Langsung ke konten utama

“Berani Menghadapi Tantangan”

Deden Kuswondo:

“Berani Menghadapi Tantangan”


Deden Koswondo, lulusan jurusan Penerangan angkatan 1988, yang saat ini bekerja di RCTI. Berbagi sebagian pengalamannya saat berkuliah di Fikom Unpad dan mendapatkan pekerjaan yang hingga kini masih ia geluti. Banyak pesan yang bisa diambil sebagai contoh.

Pengalaman Pak Deden saat PKL di RCTI lah yang membawanya hingga ke pekerjaannya saat ini sebagai Eksekutif Produser berita malam. Selain kuliah, pengalaman organisasi yang ia jalani tak luput dari perhatian. Banyak hal positif yang bisa dibagikan kepada para pembaca.

Sabtu (9/10) , ditemui di Student Center Fikom Unpad, Jatinagor, Sumedang, Jawa Barat oleh Agnes Savithri. Pak Deden menceritakan saat-saat ia kuliah, PKL hingga ia bekerja saat ini.


Hal apa yang membuat Anda memilih Fikom Unpad?

Sebenarnya saya dari dulu ingin menjadi wartawan, karena itu saya kuliah di sini. Tetapi akhirnya saya mengambil Jurusan Penerangan, karena saat itu saya berfikir yang ada menterinya ya Penerangan, jadi saya ambil Jurusan Penerangan. Tapi saat kuliah saya mengambil mata kuliah pilihan karena tertarik dengan jurnalistik, dan saya mengambil mata kuliah penulisan yang diajarkan Pak Sahala.

Kesulitan apa yang didapat selama kuliah di Fikom?

Saya tidak merasa mendapat kesulitan, saya menikmati kuliah. Karena semua inti permasalahan adalah komunikasi. Jadi, saya tidak merasa kesulitan dalam mempelajarinya. Dan sebenarnya, intisari komunikasi ada di jurusan penerangan yang saat ini menjadi mankom, sedangkan prakteknya ada di humas dan jurnalistik.

Selama kuliah, kegiatan atau UKM apa saja yang diikuti?

Saya mengikuti banyak kegiatan dan UKM, saya pernah mengikuti lomba karya tulis hingga ke tingkat nasional.

Apakah ada keuntungan dari mengikuti UKM saat dalam pekerjaan?

Ada, karena pengalaman berorganisasi juga dibutuhkan dalam pekerjaaan. Karena orang yang biasa berorganisasi akan lebih bisa diajak kerjasama dibandingkan dengan orang yang tidak pernah mengikuti organisasi apa-apa.

Kita boleh aktif berorganisasi , tapi semester 6-7 kita harus memikirkan, mau menjadi apa kita nanti. Kita harus memiliki tujuan yang jelas. Kita juga harus mengenal kemampuan kita.

Adakah dosen yang menjadi favorit?

Semua dosen menjadi favorit buat saya, tetapi ada dosen-dosen yang sangat saya kagumi, seperti Pak Jalaluddin dan Pak Sahala. Banyak hal yang saya pelajari dari kedua dosen tersebut.

Apakah hal-hal yang dipelajari saat kuliah bermanfaat untuk pekerjaan?

Sangat bermanfaat, terutama mata kuliah penulisan yang pernah saya ambil di jurnalistik, walaupun saya lebih menyukai gamabar, karena lewat gambar bisa mewakilkan sejuta makna, tetapi teknik penulisan dasar juga di butuhkan, terutama pada awal pekerjaan yang saya lakukan.

Apa perbedaan lulusan Fikom Unpad dan fikom-fikom lainnya?

Fikom Unpad hanya menyampaikan teori, tidak banyak menengok pada perkembangan komunikasi (terutama teknologi) dari dunia luar. Fikom UI lebih maju dari Fikom Unpad, karena mereka selalu menggunakan teknologi, jadi mereka lebih maju dalam bisnis.

Menurut Anda bagaimana kualitas output dari Fikom Unpad ini?

Banyak yang memiliki keunggulan, ada juga yang hanya bangga dengan kuliah di Fikom tetapi tidak memiliki kualitas yang baik saat lulus.

Adakah kesan atau pengalaman yang menarik selama kuliah di Fikom?

Saya pernah disidang oleh dosen-dosen karena saya PKL di RCTI sebagai reporter. Saya tahu bahwa lahan tersebut adalah lahan jurusan jurnalistik. Oleh karena itu, saya ditanya mengapa saya mengambil PKL jurnalistik, tetapi dengan segala argumen yang saya kemukakan akhirnya para dosen bisa menerima alasan saya.

Selama PKL di RCTI itu apakah banyak pengalaman yang berharga?

Banyak sekali yang saya dapat, seperti misalnya PKL itu seharusnya satu bulan, tapi karena RCTI membutuhkan saya, maka saya bekerja disitu selama 3 bulan. Tidak mudah memang karena saya PKL di Jakarta sedangkan kuliah di Bandung, oleh karena itu saya mengorbankan kuliah 1 semester demi 3 bulan untuk mencari pengalaman. Saya tidak mengeluh. Karena saya yakin, selama 3 bulan tersebut ada ilmu-ilmu yang tidak tergantikan.

Kemudahan apa yang didapat setelah lulus dari Fikom?

Setelah lulus tahun 93, saya diwisuda tahun 94 sekitar bulan Februari, dan hingga bulan Juni atau Juli saya menganggur bukan karena tidak mendapat pekerjaan, tetapi karena saya lelah. Saya ingin beristirahat sebelum bekerja. Dan bulan Juli saya dipanggil oleh pihak RCTI dan ditawari kerja menjadi reporter.

Bagaimana bisa Anda ditawari kerja di RCTI saat itu?

Kenapa saya langsung ditawari kerja saat itu? Karena saya tidak sok tahu saat PKL. Saya tidak ingin dianggap sok tahu. Saya menghormati para staff disana, terutama para kameramen. Saya tidak sok tahu menyuruh mereka mengambil gambar yang itu, dan yang ini. Saya malah banyak bertanya, mengapa mereka mengambil gambar itu atau hal lainnya. Mungkin saat itu para staff menilai saya anak magang yang baik. Dan dari awal saya masuk, saya selalu memperkenalkan diri kepada tiap orang, dan tidak segan-segan bertanya.

Mengapa Anda lebih memilih bekerja di media elektronik dibandingkan dengan di media cetak?

Saya lebih menyukai bekerja di media elektronik, terutama televisi karena hanya butuh satu gambar untuk menerangkan sejuta kata, tapi sejuta kata belum tentu dengan jelas menggambarkan sesuatu.

Jika dibandingkan dengan dahulu, perubahan apa yang Anda rasa dari mahasiswa dulu dan saat ini?

Mungkin daya juangnya, mahasiswa dulu fasilitasnya belum selengkap sekarang, jadi masih harus berjuang keras, sedangkan sekarang segala sesuatu tersedia dengan mudah.

Kalau dari Fikom, perubahan apa yang Anda rasakan?

Dulu Fikom Unpad memang kecil, selalu dianak-tirikan, tetapi saat ini sudah mengalami banyak perubahan. Fikom menjadi salah satu fakultas yang difavoritkan di Unpad ini. Dahulu tiap angkatan di Fikom sangat solid, saya kurang tahu apakah yang sekarang masig sesolid angkatan dulu.

Menurut Anda apakah arti kesuksesan?

Menurut saya sukses adalah ketika kemampuan bertemu dengan peluang. Dengan mengenali kemampuan kita, saat ada peluang , disitulah kita bisa totalitas.

Apakah Anda ada pesan untuk kami yang masih kuliah?

Selalu rendah hati, sepintar apapun dan sehebat apapun kemampuan kalian. Ketahui lah kelebihan dan kemampuan kalian, dan dari situ ‘jual lah” kemampuan kalian saat PKL. Jadilah mahasiswa yang aktif, di dalam kampus maupun di luar kampus. Selalu bertanya jika ada yang tidak dimengerti. Banyak-banyaklah membaca buku. Dan selalu berani menghadapi tantangan yang ada. (***)


2010

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kapan Indonesia Meraih Nobel?

Indonesia adalah negara yang penduduk terbesar keempat di dunia. Ratusan juta mendiami negera ini. Banyak tersedia sumber daya manusia. Apakah tidak ada satu pun yang bisa mendapatkan Nobel? Jika dibandingkan, Bangladesh saja negara miskin di dunia bisa mendapatkan Nobel Perdamaian. Padahal jumlah sumber daya manusianya tidak sebanyak Indonesia. Mengapa Indonesia sulit mendapatkan Nobel? Apa yang salah dengan Indonesia? Harus ada perubahan dan pergerakan. Perubahan ini seharusnya dimulai dari pendidikan selagi dini. Semisalkan dari pendidikan sekolah dasar. Anak-anak mulai diterapkan rasa percaya diri dan daya juang yang tangguh. Tidak hanya itu, budi pekerti dan moral pun masih diperlukan oleh bangsa ini. Langkah konkret yang harus dilakukan bisa dimulai dari hal kecil, sepeti berhenti menyontek. Selain itu, saat ini masih banyak kasus kecurangan saat ujian nasional berlangsung, bahkan hal tersebut dilakukan oleh seorang guru. Masalah seperti inilah yang harus dimulai dibenahi. ...

Pendidikan Jurnalisme

Jurnalistik sudah ada sejak dahulu, dan saat ini mengalami berkembangan dan pertumbuhan yang pesat. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan media. Dimulai dari munculnya koran, terus berkembang menjadi radio, televisi, dan yang terakhir adalah internet ( on-line ). Jurnalistik dan media memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan. Untuk menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas dan pantas untuk dinikmati oleh masyarakat melalui media, dibutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dalam bidang ini. Sumber daya manusia yang mendapatkan bekal dari pendidikan jurnalisme. Tetapi pertanyaan adalah: Seberapa penting Pendidikan Jurnalisme sehingga harus mendapat perhatian? Bagaimana Pendidikan Jurnalisme yang ideal untuk Indonesia? Jurnalistik adalah kebutuhan. Masyarakat setiap hari pasti menikmati hasil dari produk jurnalistik, entah itu koran, siaran di radio, ataupun tayangan di televisi. Harus ada standar sehingga pendidikan tersebut bisa berjalan dengan selaras dan menghas...

Kualitas SDM Menentukan Masa Depan

Tingkat pengangguran di Indonesia saat ini cukup tinggi. Lowongan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah lulusan yang siap bekerja setiap tahunnya. Beberapa sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja, dan tingkat pengangguran turun hingga 470 ribu orang, seperti yang tertulis di situs berita Detik.com . Hal tersebut tidak bisa menutupi jumlah pengangguran sebesar 8,12 juta orang. Institut Teknologi Bandung (ITB) salah satu lembaga pendidikan yang terus menambah jumlah pekerja hampir lima ribu orang setiap tahunnya. Hal tersebut disampaikan oleh Bambang, Direktur ITB Career Center , yang ditemui di tengah acara ITB Integrated Career Days . “ Tahun ini saja pada bulan April kemarin, ITB meluluskan sekitar 1800 orang, Juli sekitar 1000 orang, dan Oktober ini akan dilepas sekitar 2200 orang.” Meminimalisir lulusan ITB agar tidak menjadi pengangguran, ITB Career Center mengadakan ITB Integrated Career Day . Dengan melibatkan hampir 60 perusahaaan, dan 70% diantaranya perusahaan multi-na...